Ruang Dinding Madrasah
Kamu bisa langsung Like & Berkomentar tanpa harus login! Masukkan nama & kelasmu.
Dinding Aktivitas
1. Menembus Rutinitas dan Belenggu Reaksi
Ayat yang disinggung temanmu berasal dari Surah Az-Zariyat ayat 56:
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”
Banyak orang terjebak dalam siklus rutinitas mekanis (bangun, makan, kerja, tidur) dan reaksi emosional instingtif:
Kalau kenyataan sesuai selera (hawa nafsu), kita senang.
Kalau tidak sesuai, kita langsung marah, kecewa, atau mengeluh.
Ibadah sejati bukan sekadar gerakan ritual di sela-sela rutinitas, melainkan kesadaran penuh dalam menyikapi hidup. Ketika makan diniatkan agar kuat beribadah, makan itu jadi ibadah. Ketika ditimpa hal yang tidak mengenakkan lalu kita memilih sabar alih-alih meledak marah, reaksi itu berubah menjadi bukti ketundukan kepada Allah.
2. Momentum Rabiulawal: Belajar Menata Hati dari Sang Teladan
Bulan Rabiulawal bukan sekadar seremonial kelahiran, melainkan momentum kalibrasi diri. Rasulullah saw. adalah standar tertinggi tentang bagaimana manusia menundukkan reaksi hawa nafsunya demi cinta kepada Allah dan sesama.
Beliau tidak pernah marah karena urusan pribadi atau egonya tersenggol. Beliau baru bersikap tegas ketika syariat Allah dilanggar.
3. Bukti Nyata Betapa Rasulullah Mencintai Kita (Umatnya)
Rasa cinta Rasulullah kepada umatnya melampaui batas ruang dan waktu. Beliau mengkhawatirkan dan merindukan kita jauh sebelum kita lahir ke dunia:
Detik-Detik Sakratulmaut dan Dialog dengan Malaikat Jibril
Dalam kisah yang biasa disampaikan penceramah, suasananya digambarkan begitu hening dan pilu:
Jibril yang Memalingkan Wajah
Ketika Malaikat Maut (Izrail) mulai menjalankan tugasnya mencabut nyawa manusia termulia itu, rasa sakit sakratulmaut yang teramat dahsyat mulai menjalar ke seluruh tubuh beliau. Rasulullah saw. yang menahan perih kemudian melihat ke arah Malaikat Jibril yang berdiri di dekatnya. Namun, Jibril memalingkan wajahnya ke arah lain.
Pertanyaan Lirih Rasulullah
Melihat itu, Rasulullah saw. dengan suara yang menahan sakit bertanya:
“Wahai Jibril, apakah engkau merasa jijik melihat keadaanku sehingga engkau memalingkan wajahmu dariku?”
Jawaban Malaikat Jibril
Malaikat Jibril yang terharu dan sedih menjawab:
“Demi Allah tidak, wahai kekasih Allah. Siapa orangnya yang tega dan sanggup melihat kekasih Allah dalam keadaan menahan pedihnya sakratulmaut seperti ini?”
Permohonan untuk Menanggung Sakit Umatnya
Merasakan sakit yang begitu dahsyat tersebut, Rasulullah saw. justru tidak memikirkan dirinya sendiri. Di situlah puncak rasa cinta beliau tercurah. Beliau memohon kepada Allah Swt.:
“Ya Allah, timpakanlah seluruh rasa sakit sakratulmaut yang kelak akan dirasakan oleh seluruh umatku ke atas diriku saja, asalkan jangan Engkau timpakan sakit ini kepada mereka.”
salah satu siswa MAN 5 Banjar Terpilih mengikti Jambore nasional
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Turut berduka cita atas meninggalnya
Zainah binti KH Ahmad Yusuf (pendiri MAN 5 Banjar)
orang tua dari Somad dan mertua dari Siti Latifah (tenaga pendidik MAN 5 Banjar)
istri dari bpk Ismail (pensiunan MAN 5 Banjar)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
MAN 5 Banjar mengucapkan Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, 12 rabiul awal 1448 H
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Siswa MAN 5 Banjar mewakili Jambore Nasional
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Penyerahan bantuan sepatu sekolah ke siswa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!