๐Ÿ“– Manual Book Riset Siswa (BANUA Lab)
Pelajari bukti visual dan variabel fisis sebelum memulai simulasi.
MAN 5 BANJAR โ€ข RISET OMI

PANDUAN RISET SISTEM & BUKTI LAPANGAN

Katalog Visual & Variabel Fisis Bencana Ekologis Kalimantan Selatan
Edisi Riset: 2026
Modul: Peat โ€ข Mine โ€ข Flood

๐ŸŒฟ 01. PEATLAB โ€” Hidrologi Gambut, Sekat Kanal & Api Smouldering

Gambut Kalimantan Selatan (Guntung Damar & Liang Anggang) bertindak sebagai spons raksasa penyerap air[cite: 1]. Kanalisasi berlebih menurunkan muka air dan mengubah gambut menjadi bahan bakar membara bawah tanah.

Kebakaran Gambut Kalsel
๐Ÿ”ด Fakta Lapangan: Karhutla Gambut Kalsel
Saat muka air turun >40 cm, api membara di bawah tanah (smouldering), memancarkan asap beracun PM2.5 tebal, dan meremahkan lapisan organik kubah gambut[cite: 1].
Sekat Kanal Gambut
๐ŸŸข Solusi Restorasi: Sekat Kanal (Rewetting)
Pembangunan sekat kanal menahan air agar tidak terbuang ke hilir, memulihkan Muka Air Tanah ke zona aman (≥ -40 cm), dan mengunci emisi karbon[cite: 1].
Parameter Slider Dampak Jika Dinaikkan Efek Rantai ke Angka Lain Ambang Batas & Realitas Tubuh
Kedalaman Kanal
(0 โ€“ 200 cm)
Kanal semakin dalam menguras air kubah gambut secara gravitasi ke sungai. Muka Air Tanah (MAT) turun drastis ke bawah -40 cm; Fire Risk Index melonjak naik. Maks. -40 cm (PP 71/2014).
Jika terlewati, gambut amblas dan kering retak[cite: 1].
Hari Kering (HTH)
(0 โ€“ 30 hari)
Hari berturut-turut tanpa hujan (indikator kemarau El Niรฑo BMKG). Kadar air serasah turun ke <30%; biomassa menjadi remah dan sangat mudah menyala. > 15 Hari = Kritis.
ISPU melonjak ke >300 (Hazardous), memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

โ›๏ธ 02. MINELAB โ€” Danau Void Tambang & Air Asam Tambang (AAT)

Cekungan bekas tambang batubara (void) di Kalsel sering terisi air danau berwarna biru/toska[cite: 1]. Warna cerah ini terbentuk dari pembiasan cahaya oleh logam terlarut dalam suasana air asam pekat[cite: 1].

Danau Void Tambang Batubara
๐Ÿ”ด Danau Void Terlantar (Asam Ekstrem)
Oksidasi batuan pirit ($\text{FeS}_2$) menghasilkan asam sulfat ($\text{pH } 3.0 - 3.8$)[cite: 1]. Air tampak tenang namun beracun bagi fauna air dan merusak kulit manusia.
Netralisasi Kapur Kolam Tambang
๐ŸŸข Pengolahan Aktif: Netralisasi Kapur ($\text{CaCO}_3$)
Pemberian kapur tohor menaikkan pH ke batas aman 6.0โ€“9.0 sebelum dialirkan ke sungai[cite: 1]. $\text{H}_2\text{SO}_4 + \text{CaCO}_3 \rightarrow \text{CaSO}_4 + \text{H}_2\text{O} + \text{CO}_2$
Parameter Kimia Mekanisme Geokimia Ambang Baku Mutu (Permen LHK 113/2003) Dampak Riil Tubuh & Lingkungan
Derajat Keasaman (pH)
(1.0 โ€“ 14.0)
Pelarutan asam sulfat dari pirit yang terpapar udara dan air[cite: 1]. Aman: pH 6.0 โ€“ 9.0
Kritis: pH < 4.0[cite: 1]
Mandi/Kulit: Rasa gatal menyengat, kulit perih mengelupas, rambut rontok.
Peralatan: Korosif cepat terhadap lambung perahu kelotok dan tiang pondasi jembatan.
Besi Total (Fe) & Mn
(mg/L)
Logam berat yang larut keluar dari dinding galian batubara dalam kondisi masam[cite: 1]. Fe ≤ 7.0 mg/L
Mn ≤ 4.0 mg/L[cite: 1]
Air berbau karat pekat, mengubah warna persawahan menjadi cokelat kemerahan, serta menumpuk di insang ikan hingga mati lemas.

๐ŸŒŠ 03. FLOODLAB โ€” Pertemuan Limpasan DAS Meratus & Pasang Rob Aluh-Aluh

Banjir di pesisir hilir Barito merupakan fenomena Compound Flooding: air dari hulu tertahan oleh dinding pasang air laut purnama[cite: 1].

Banjir Rob Aluh-Aluh Kalsel
๐Ÿ”ด Banjir Rob Muara Aluh-Aluh (2.8m CD)
Air asin muara Barito meluap melampaui titian jalan desa, memutus akses transportasi kendaraan roda dua, dan menggenangi kolong rumah panggung warga.
Hutan Lindung DAS Pegunungan Meratus
๐ŸŸข Pengendali Hulu: Tutupan Hutan (>55%)
Perakaran kanopi hutan menahan hingga 65% volume air hujan agar tidak langsung menjadi limpasan banjir bandang permukaan[cite: 1].
Variabel Peran Sistem Ambang Batas Kritis Dampak Riil Lapangan
Pasang Laut Muara
(0 โ€“ 300 cm)
Tinggi pasang astronomis muara Barito (Chart Datum). > 240 cm (Kritis Rob) Air pasang membalikkan arus sungai ke daratan (backwater), menenggelamkan lantai rumah warga pesisir hingga 40โ€“80 cm.
Tutupan Hutan DAS
(0 โ€“ 100%)
Kemampuan perakaran pohon menahan air larian permukaan[cite: 1]. Minimal > 50% Penebangan kanopi membuat koefisien limpasan naik drastis; air hujan langsung menghantam pemukiman Martapura dan Barabai[cite: 1].

๐Ÿงญ 04. Pedoman 6 Langkah Investigasi Siswa di Buku Kerja

  1. Variabel Bebas ($X$): Tentukan parameter yang ingin diuji (misal: Kanal = 145 cm)[cite: 1].
  2. Hipotesis ($H_1$): Prediksikan arah hubungan kausal sebelum menekan tombol simulasi (misal: $X \uparrow \implies Y \downarrow$)[cite: 1].
  3. Pengukuran Numerik ($Y_1, Y_2$): Catat hasil ukur dari sensor virtual lab (misal: $MAT = -82\text{ cm}$, $ISPU = 295$)[cite: 1].
  4. Uji Baku Mutu Lingkungan: Bandingkan angka terukur dengan PP 71/2014 & Permen LHK 113/2003[cite: 1].
  5. Kesimpulan Kausalitas (Systems Thinking): Jelaskan rantai sebab-akibat sistem ekologis dari manipulasi $X$ hingga dampaknya[cite: 1].
  6. Aksi Kewargaan (Environmental Citizenship): Rancang solusi mitigasi dan efisiensi biaya kebijakan daerah[cite: 1].
Madrasah Aliyah Negeri 5 Banjar โ€ข Laboratorium Sains Terpadu
Integrasi Keilmuan & Ekoteologi Kementerian Agama RI[cite: 1]